Tips Meminimalisir Risiko Dalam Investasi Dengan Mempertimbangkan 4 Hal Ini



Assalamualaikum Wr. Wb
Selamat malam sobat blogger ... semoga dalam keadaan sehat ya ... kali ini saya akan membahas mengenai investasi.
Salah satu strategi pengelolaan keuangan yang bisa menjadi alternatif adalah dengan menjalankan investasi. Selain merupakan usaha yang terukur, investasi nyatanya juga bisa menjadi tabungan hari tua yang sangat menjanjikan. Dan bagi pemilik usaha, investasi merupakan pilihan diversifikasi usaha yang dapat membantu perkembangan bisnis ke depannya.
Namun menjalankan investasi tentu bukan tanpa tantangan. Banyaknya pilihan asset investasi menjadikan kita harus jeli memilih investasi apa yang benar-benar tepat dan sesuai dengan keinginan kita. Selain itu risiko dan penipuan tak jarang juga menjadi penghalang seseorang untuk terjun ke dunia investasi. Jangankan mencoba, mendengar kata investasi saja sudah menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. 
Oleh karena itu sebelum terjun ke dunia investasi kita harus memahami besaran risiko yang mungkin terjadi dan juga bagaimana langkah mengantisipasi risiko dalam investasi tersebut. Karena pada dasarnya kemampuan management risiko dalam investasi sama pentingnya dengan bagaimana kita mendapatkan keuntungan di dalamnya.

Sebagai informasi dan bahan pertimbangan sebelum berinvestasi, berikut akan kita bahas mengenai 4 poin yang wajib dipertimbangankan untuk menghindari kerugian besar dalam berinvestasi.

1. Tujuan dan Waktu Adalah Poin Utama

Tujuan dan waktu adalah 2 pondasi utama sebelum kita beranjak membangun asset investasi. Terkait tujuan, tentu kita harus merumuskan tujuan spesifik apa yang ingin diraih dalam investasi tersebut. Sebagai contoh, ada tujuan investasi pendidikan, hari tua, pengembangan usaha, dan lain sebagainya. Pastikan dulu mengenai hal ini, karena nantinya baik pilihan asset dan teknik investasi akan disesuaikan dengan poin ini.
Berikut tentang waktu, secara umum dibagi menjadi 3 yakni investasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Sebagai contoh, kita sudah menentukan tujuan investasi yakni untuk pendidikan anak waktu kuliah. Dan saat ini akan kita masih duduk di bangku sekolah dasar, berarti ini termasuk investasi pendidikan jangka panjang.

2. Pilih Investasi Langsung atau Tidak Langsung

Langkah kedua setelah menentukan tujuan dan waktu, kita harus memilih jenis investasi antara investasi langsung atau tidak langsung. Dalam dunia investasi 2 istilah ini memang sangat familiar, investasi langsung yakni ketika kita memegang sendiri bukti fisik dari investasi yang dilakukan. Contohnya yakni investasi di bidang properti atau logam mulia.
Sebaliknya, investasi tidak langsung yakni ketika kita tidak secara langsung memegang bukti fisik dari asset investasi tersebut, contohnya seperti investasi saham atau reksa dana.  Dalam investasi ini kita sebagai investor hanya memegang tanda bukti atau dalam bentuk setifikat kepemilikan.

3. Tentukan Jenis Investasi yang Pas

Mulai masuk ke ranah jenis investasi, kita harus lebih jeli dan banyak mencari referensi. Seperti kita tahu dalam dunia investasi kita mengenal adalah hukum sebanding antara risk (risiko) dan reward (keuntungan).  Antara risiko dalam investasi dan keuntungannya selalu berjalan dalam takaran yang sama. Ketika kita terjun ke jenis investasi dengan potensi keuntungan tinggi maka risiko kerugian pun akan tinggi pula, demikian juga sebaliknya.
Oleh karena itu kita tidak bisa main-main dalam menentukan jenis investasi. Lazimnya seperti juga dunia bisnis, kita harus menyesuaikan investasi dengan potensi kerugian yang bisa kita terima. Yang dimaksud bisa kita terima di sini adalah kita siap jika kehilangan dana tersebut, dan hal itu tidak  akan memberi dampak destruktif pada kondisi keuangan dan kehidupan kita secara umum.
Untuk mulia menemukan jenis asset investasi yang pas, kita bisa mencari secara mandiri lewat berbagai media atau datang langsung dan bertanya di lembaga investasi yang bersangkutan. Namun jika masih ragu, pilihannya adalah dengan bertanya pada ahli di bidang investasi seperti konsultan keuangan agar kita tidak salah langkah nantinya. Karena biasanya para konsultan tersebut tidak asal memberikan rekomendasi. Mereka akan menyesuaikan terlebih dahulu kondisi keuangan dan kemampuan kita dengan jenis investasi yang paling tepat.

4. Kurangi Risiko dalam Investasi Dengan Memakai Dana Bebas

Ini menjadi poin terakhir sebelum Anda berinvestasi yakni selalu gunakan dana bebas untuk program investasi. Uang bebas sendiri bisa diartikan sebagai dana yang tidak terpakai dalam waktu tertentu atau tidak memiliki perencanaan penggunaan.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dalam investasi kita hanya boleh mengeluarkan sejumlah dana yang kita siap menanggung kerugian dengan dana tersebut. Nah, karena itulah sangat tidak dianjurkan, hanya karena ingin segera berinvestasi Anda lantas menggunakan dana cadangan atau hingga berhutang.
Masalah justru akan timbul jika tiba-tiba investasi berjalan diluar apa yang diperkirakan dan dana Anda terpaksa lenyap. Sedangkan disisi lain kebutuhan dan pemenuhan akan dana panas yang kita pakai tersebut tidak bisa menunggu lagi. Bisa-bisa justru kebangkrutan yang menunggu kita.

Investasi bukan hal yang menakutkan untuk dijalankan. Justru jika dijalankan dengan bijak dan terukur, usaha ini bisa menjadi penolong dari berbagai masalah keuangan di masa depan. Yang paling utama yakni bersikap teliti dan cerdas sebelum berinvestasi!

Demikian dulu postingan saya kali ini .. semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, jumpa lagi pada postingan saya selanjutnya. Wassalmualikum Wr.Wb.

Sumber : www.maxmanroe.com
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Renaldi
AUTHOR
18 September 2016 at 08:01 delete

Mau investasi apartemen dan nyaman untuk di jadikan tempat tinggal di daerah pusat kota jakarta? Ya green pramuka city lah solusinya! Baca artikel reviewnya Green Pramuka City Hunian Strategis dan Nyaman di Pusat Kota di http://renseo.blogspot.com/2016/06/Green-Pramuka-City-Hunian-Strategis-dan-Nyaman-di-Pusat-Kota.html

Reply
avatar
Oyong Ilham
AUTHOR
18 September 2016 at 20:28 delete

boleh la ni mas renaldi untuk investasi apatemennya.... terima kasih atas kunjungannya...

Reply
avatar

Terima kasih telah berkomentar dan berkunjung ke blog ini, Insya Allah akan saya kunjungi balik..... ConversionConversion EmoticonEmoticon